Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2013

Ampuni Aku, Tuhan..

Ampuni aku yang tak dapat menguasai hati. Ampuni aku dari cinta yang Kau beri namun tak dapat ku jaga dengan hati-hati. Ampuni aku dari rindu yang kian hari kian menggebu ingin bertemu dengannya yang tak lagi mengharapkanku. Ampuni aku atas semua waktu yang terbuang sia-sia karena memikirkannya. Lindungi aku dari perasaan ini jika ia tak baik untukku, untuk agamaku.. Lindungi aku dari kesia-siaan rasa yang tak pantas ku pelihara lebih lama... Tunjukkan padaku yang baik, dan jauhkan aku dari keburukannya. Kuatkan hati ini Ya Allah Ya Rabb... kuatkan aku untuk beranjak dari keburukan masa laluku. Kuatkan aku untuk memeluk masa depanku. Kuatkan kaki ku untuk selalu berjalan dijalan-Mu, dan jangan palingkan aku setelah Kau beri petunjuk.
Ya Ghaffar.... ampuni aku..ampuni aku..ampuni hamba-Mu ini.. Tenangkanlah hati ini, dan lindungilah ia dari rasa yang tak mampu dipikulnya sendiri.. Aminn..Ya Allah.. amiiiinnnnnnn Ya Rabbal’alamin..

kematian

---Innalillahi wainnailaihiroji’un---
Jika yang paling dekat dengan makhluk adalah kematian, maka hidup ini tak lebih dari sekedar jeda untuk bersiap dengan kedatangannya yang tiba-tiba.
Entah berapa tahun jatah kita hidup bergelut dengan kefanaan dunia ini. Mungkinkah dalam hitungan tahun kita harus kembali pulang pada-Nya? Ataukah ini merupakan hari-hari terakhir kita bergelimang dengan kebahagiaan maya yang dunia tawarkan? Bisa jadi dalam beberapa jam kedepan, atau bahkan bermenit setelah kita baca tulisan ini, malaikat maut telah bersiap dengan tugasnya menjemput kita. Entah dimana, dengan cara apa. Semua telah tercatat dalam pesan rahasia yang diperintahkan padanya. Kita manusia, bagian dari makhluk ciptaan-Nya yang hanya bisa berpasrah, dan mempersiapkan diri sebaik-baiknya hingga waktu kita benar-benar tiba, pada saatnya.
Sudahkah kita meminta maaf hari ini? Pada orang yang tak sengaja kita lukai halus perasaannya. Pada banyaknya air mata yang luruh karna sikap kita. Pada orang…

Dear, Mira..

Untuk sahabatku Mira, kamu harus kuat... kamu harus bisa nglewatin ini semua. Smoga Allah memberi sebaik-baik tempat untuk suami kamu disana.. dan dosa-dosanya diampuni.
aku nggak punya cukup keberanian untuk sekedar membayangkan gimana perasaan kamu sekarang. Yang bisa aku lakuin cuma peluk kamu dari jauh lewat do'aku, semua yang terbaik untu kamu..

Mira yang sabar ya sayang... maafin aku nggak bisa ada disamping kamu disaat kayak gini. Walopun kehadiranku nggak akan berarti apa-apa, tapi setidaknya aku bisa ada di deket kamu itu aja udah cukup. kayak yang dulu sering kamu lakuin pas aku lagi terpuruk, kamu selalu ada buat aku...

Ya Allah.. aku mohon kuatkan dia, lapangkan hatinya, dan bantu dia biar bisa ikhlas dalam menjalani ujian-Mu. Amin.....

:(

Kita & Malam

Aku ingin mengajakmu duduk di hampar rerumputan, di penghujung malam Saat bintang biru yang gemetaran hanya dapat menyimpan cemburunya diam-diam
Kita pun diam, Membiarkan udara leluasa lalu-lalang disekat tubuh kita yang tak saling berdekatan Dingin malam ini tak seharusnya membuat pipiku merona Namun diammu itu, lebih riuh dari jutaan rangkai kata
Memesona getar jiwaku yang ku takut akan terdengar olehmu Kusembunyikan teriak girangku dibalik diam, Dan bintang yang cemburu menjatuhkan diri dikejauhan
Kita dan malam, duduk dibawah naungan ibu bulan Dingin yang seharusnya membekukan Terasa layaknya buaian penuh kehangatan
Kita dan malam, tak saling berdekatan Tak saling bersentuhan, Tak saling memperdengarkan, melainkan hanya duduk diantara dua diam
Hanya kita dan malam, kita dan diam, kita dan bintang Kita dan keinginan, kita dan cinta yang didiamkan, Kita dan kata yang tak terkatakan Kita yang merupakan aku dan kamu yang takkan pernah menjadi kita, lagi.

Spasi Kehidupan

Tuhan pernah sengaja mempertemukan kita dalam ketidaksengajaan, untuk pada akhirnya menjadikan kita sebagai objek pembenaran kalimat ‘bahwa cinta tak harus memiliki’. Begitulah, takdir bicara dengan kalimatnya sendiri. Segala yang tak mampu ku lawan, menjadi kesakitan tersendiri yang perlahan membunuhku diam-diam. Bagaimana bisa kutahan angin bertiup? Seperti halnya tak mungkin ku tunggu api tiba-tiba menyala dari setungku abu yang t’lah lama dibekukan udara. Seperti itulah ketidak-mungkinan dayaku melawan takdir yang terpahat atasku. Seperti itulah ketidak-berdayaanku menahanmu pergi dariku: karena Tuhan t’lah berkehendak demikian adanya. Mungkin, ketidaksengajaan pertemuan kita sebelumnya merupakan awal pembelajaran yang memintaku agar menjadi lebih pintar dalam menjawab segala persoalan hidup ini. Bukankah hidup itu sendiri adalah misteri? Yang kadang memposisikan kita diatas, dibawah, didepan, dibelakang, dimanapun semau dan sesukanya? Seperti kita yang berkebetulan bertemu pada…

Diantara Dua Hujan

Januari baru saja meleleh bersama rintik gerimis yang masih muda, mengembun pada anak-anak rambutnya yang belum sempurna basah. Dengan langkah tergesa-gesa Ia susuri gang-gang sempit yang berlumpur, seolah ingin berpacu dengan senja yang t’lah sedari tadi pecah di ufuk barat. Sesekali Ia menoleh kebelakang untuk memastikan tidak ada seorang pun yang mengikutinya. Dengan setengah berlari Ia berbelok di ujung gang dan kemudian menghilang ditelan dua tembok merah muda yang setengahnya telah penuh bercak noda lumpur berwarna kecoklatan. Kirana. Begitulah kebanyakan orang menyebutnya. Tak banyak yang mengetahui tentang sosok Kirana yang selalu tertutup dari lingkungan sekitarnya itu. Pergi pagi-pagi sekali, dan pulang selalu diwaktu yang sama, diwaktu-waktu burung gereja berarak-arak kembali ke peraduannya. Selalu dengan kediamannya yang sama, dan kepala tertunduk yang selalu sama. Diam-diam aku selalu memperhatikannya. Aku menunggu waktu-waktu saat Ia berlalu didepan rumahku dengan wajah t…

Rumah

Sempat ku mengenal cinta yang tak berakhir bahagia namun aku tak membencinya Karena ku tau Tuhan ingin aku belajar darinya, Tentang rasa yang sekedar mampir tanpa harus tinggal lebih lama. apalagi selamanya
Pernah ku dikenalkan-Nya pada cinta yang hanya membuatku menghela nafas berkali-kali, namun tak lelah ku dibuatnya Karena aku tau, Tuhan sedang berbisik padaku tentang cara menyemai bibit sabar dalam benakku Sehingga tumbuh ia dengan rimbun daunnya Menyejukkan hati yang selalu resah diterpa terik takut kehilangan, dia
jika aku seumpama rumah, maka hatiku adalah ruang tamu bagi dia yang datang membawa sebingkis pelajaran hidup Ku jamu Ia layaknya seorang tamu istimewa, (dan memang begitu seharusnya) Karena kelak ketika Ia memutuskan untuk pergi, aku harus tau bagaimana cara mengendalikan hati untuk tak membuka pintuku lagi pada sembarang lelaki.

Bahagia Itu Sederhana

Bahagia itu sederhana, sesederhana bangun pagi setiap hari dan mandi dengan air segar dan sabun yang paling wangi. Percayalah, mempersiapkan diri untuk menyambut hari dengan kualitas diri terbaik setiap hari adalah apresiasi tertinggi untuk menghormati diri sendiri, dan dengan sendirinya hati kita akan merasa bahagia. 
Bahagiaku sesederhana. Menikmati sarapan dengan perlahan dan bersyukur untuk tiap-tiap suap makanan yang masuk kedalam mulutku, dan menenggak air putih yang segar, merasakannya mengalir disepanjang kerongkonganku yang kering. Bukankah tak ada yang lebih nikmat dari segelas air putih diujung kerongkongan yang kerontang? 
Kesederhanaan bahagiaku pun terletak pada orang-orang yang mau saling berbagi cerita denganku, mendengarkan ceritaku untuk kemudian mempercayakan cerita mereka didengar olehku. Ya, bahagiaku sehangat itu, bahagia yang dibangun diatas kepercayaan yang saling ditumpukan satu-samalain.
Bahagiaku yang sederhana, kadang terletak disudut bibir keponakan-keponakan…