Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2014

Terimakasih Untuk Dua Telinga ini

Terimakasih untuk dua telinga ini, Tuhan.
Tak ada seorangpun yang dapat berjalan tegak tanpa sekalipun merasakan jatuh dan mengenal darah. Seperti halnya aku, yang kau kenal sebagai seorang yang cukup bijaksana dengan kata-kata yang katamu cukup mujarab untuk menyembuhkan sedihmu, pun hanya manusia yang juga punya luka tersendiri yang kubiarkan sembunyi, diantara tawaku.
Hanya saja memang sengaja kubuat tawaku agar terdengar lebih nyaring sembari kutunggu luka ku mengering, dengan sendirinya..
Maafkan aku yang lebih memilih diam. Aku, hanya memberi ruang untuk telingaku agar mampu mendengarmu dengan lebih seksama.
Ceritakanlah! aku akan mendengarkannya. Dan akan selalu siap untuk itu.
Lalu suatu ketika kau merasa telah ku curangi. Katamu.. persahabatan kita tak seimbang. Aku hanya mendengarkan, tanpa mau membagi laraku seperti yang selalu kau lakukan. Kau benar.
Aku memang seperti itu. Aku securang itu.
Mendengar lukamu saja telah membuatku sadar bahwa rupanya, lukaku tak sesakit itu untuk ku…

Untuk Kau Tau..

Untukmu yang telah merelakan sedikit waktu berhargamu untuk membacaku diam-diam, terimakasih..
Tak perlu mencariku lagi karena sesungguhnya aku tak pernah beranjak dari tempat semula. Aku, masih ada ditempat yang sama seperti kali pertama langkahmu pergi menjauhiku sebanyak ribuan hasta.
Dan jangan lagi kau kembali karena bukan untuk menyambutmu aku berdiri disini. Aku, hanya melihat punggungmu menjauh sembari meyakinkan diri bahwa memang seharusnya demikian yang terjadi.
Jika kau tetap memilih untuk kembali padaku, terimalah bahwa segala yang terjadi dulu takkan lagi dapat kita lahirkan kembali dalam bentuk cerita baru. Aku, begitupun kamu, adalah kita yang hanya ada saat itu saja.
Jangan pernah menarik ingatan lama tentangku yang telah kau benam dalam lupa. Karena aku, bukan lagi yang dulu. Pun aku, tak pernah sama sejak kepergianmu.
Seperti pagi ini saat aku duduk ditepi dermaga, memandangikapal kecil maupun besar yang lalu-lalang sejak petang... aku memikirkanmu, sungguh, kamu yang ad…