Saturday, June 20, 2015

the loved one

Rasa ini menggeliat dengan ajaibnya..
ia berupa ratusan kupu-kupu beraneka warna 
yang mengepakkan sayapnya dalam dadaku.. 
dan kupu-kupu itu menari dalam pejamku, 
memesonaku lewat sebentuk wajah yang sangat kukenal,
wajah yang sedang kurindukan

..adalah kamu.


Untuk seorang teman yang sedang bersedih ;)



Akan ada saat dimana kamu merasa begitu rapuh, bahkan terlalu rapuh untuk sekedar membohongi diri bahwa kamu sedang baik-baik saja. Air mata itu tak dapat lagi kamu tahan dengan seulas senyum yang dipaksakan, hingga pada akhirnya wajahmu akan membentuk ekspresi bodoh dengan mata yang berulang-kali mengerjap demi menahan bulir-bulir air yang hendak membanjir dipipi, lalu mengalir kedasar hati.

Itulah saatnya kamu untuk berhenti berlagak kuat. Akui saja kalau kamu sedang kalah, kalah pada penguasaan diri yang biasanya selalu kau lakukan dengan baik.

Kadang, terus-menerus menipu diri dengan berkata bahwa kamu baik-baik saja -padahal kamu remuk-redam didalam- malah akan semakin membuatmu terluka.

Lepaskan… tak perlu lagi kau tahan,
Suarakan, untuk apa kau bungkam?
Tunjukkan! Tak perlu lagi dipendam…

Jujur pada diri sendiri adalah wujud penghargaan paling tinggi pada diri sendiri. Kamu tau? Walaupun seluruh dunia memalingkan wajahnya darimu, ketika kamu  jujur mengakui kelemahanmu setidaknya pada diri sendiri, kamu akan merasa jauh lebih ringan setelahnya.

Berhentilah berkata “tidak apa-apa, aku baik-baik saja..” pada dirimu sendiri. Itu hanyalah tugas orang lain yang benar-benar perduli padamu untuk mengatakannya. Jangan memaksakan diri untuk menghibur diri seperti itu, karena dengan begitu sama saja dengan menunjukkan pada seluruh dunia betapa kesepiannya dirimu disaat terpuruk begini..

Sudah terlanjur luka, maka rasakan sakitnya. Nikmati sampai kesakitan itu tak lagi benar-benar terasa sakit.
Tapi tenang saja, kesakitan itu nantinya akan menemui titik ujung, titik dimana kesakitan itu tak lagi terasa sakit, dan sebagai gantinya kamu tidak akan merasakan apa-apa lagi..
lalu, seiring dengan berjalannya waktu luka itu akan sembuh sendiri.

Waktukah yang menyembuhkannya? Tidak. Luka itu sembuh karena kamu, karena kamu memiliki tekad dan kemauan untuk sembuh, karena kamu tak lagi merasakan ada bagian yang sakit di tubuhmu, dan itulah saat kamu bsa dikatakan benar-benar sembuh.

Bersabarlah, meski sulit..
Bersabarlah menunggu……hingga kesedihan itu bosan bermain denganmu ;) 

Wednesday, June 10, 2015

buah paling manis

Kalau ada tanaman yang paling susah merawatnya, mungkin namanya adalah tanaman kesabaran. Dibutuhkan usaha yang benar-benar tidak mudah untuk sekedar merawatnya agar tetap tumbuh tinggi, merimbun rindang hingga pada akhirnya nanti kita bisa merasakan manis buahnya..

Mungkin saat ini saya belum tau bagaimana manis rasa buah kesabaran itu, yang baru saya rasakan adalah sejuknya berteduh dibawah rimbun dedaunan kesabaran yang saya rawat dengan baik. InsyaAllah, saya benar-benar berusaha merawatnya dengan baik.

Meski sebgai manusia terkadang saya memiliki batas untuk bisa bersabar. Bukan, bukan kesabaran itu yang memiliki batas,melainkan kemampuan diri saya lah yang terbatas untuk bisa istiqomah dalam bersabar. Maka benarlah kata mereka, bukan kesabaran namanya kalau masih memiliki batas.

Tuhan, kalau memang buah kesabaran itu nyata adanya, tabahkan hati ini agar tetap kuat dalam menjaga diri, lisan, dan pikiran dari hal-hal yang dapat melemahkan keyakinan hamba atas letak adil-Mu..

Karena saya percaya, karena saya yakin, Tuhan itu ada dan sedang melihat segalanya.. DIA selalu mendengar segala keluh, kesah dan permintaan yang tidak ada habisnya dari diri yang lemah ini..

*menulis ini dengan hati yang bersuka cita menanti hari bahagia itu..* 😊