Friday, May 31, 2013

Bye May, Welcome June ^^


Dunia adalah tempat bertemunya dua hal yang saling bersebrangan. Seperti hitam yang dipasangkan dengan putih, bahagia dengan sedih, yang baik dengan yang buruk, dan segala yang pergi telah dipersiapkan dengan kedatangan kembali.
Begitupun dengan segala rupa masalah yang diciptakan berikut dengan penyelesaiannya.
Adalah kita, manusia-manusia ciptaan-Nya yang memiliki kewajiban untuk menemukan pasangan dari tiap-tiap apa yang diberikan kepada kita.
Katakanlah kehilangan sesuatu yang sangat kita cintai adalah sakit yang paling menggigit seluruh sisa daya yang kita miliki. Dan pada saat itu, kerdilnya hati kita mulai mempertanyakan letak keadilan Tuhan.  
Kalau saja kita mau sedikit berlelah untu menengok apa yang telah Tuhan berikan pada kita...
Akal, yang seharusnya menjadi senjata untuk melawan segala pemikiran-pemikiran sempit yang bergaung dalam dada.
Iman, yang seharusnya menjadi tameng untuk bertahan dari kuatnya keinginan untuk berputus-asa.
Dan yang paling penting adalah cinta kita pada Tuhan. Cikal modal terbesar yang seharusnya mampu menghapus segala keragu-raguan kita pada-Nya.
Tuhan bukan manusia yang ucapannya akan berubah seiring perubahan suasana hatinya. Tuhan adalah satu-satunya yang akan menepati segala janji yang telah diucapkan-Nya. Bukankah dalam mencintai sesuatu dengan serta merta kita juga akan menaruh keercayaan yang cukup besar untuk sesuatu yang kita cintai tersebut?
Dan jika tiba saatnya Tuhan ingin sedikit menguji kecintaan kita pada-Nya, mengapa begitu sulit bagi kita untuk menaruh percaya atas janji-Nya? Itulah titik, dimana besarnya cinta kita (pada Tuhan) harus dipertanyakan.
Sangat manusiawi bagi kita untuk bersedih. Tapi percayalah, dengan cara-Nya, Tuhan jauh lebih tau pada titik sebelah mana kita akan menemukan bahagia kita kemudian. Tidak ada yang salah dari rasa sedih, dan tak ada salahnya sesekali mata kita basah untuk sesuatu yang mau tak mau harus kita relakan ketiadaannya. Karna kita manusia, segala kelemahan dan keterbatasan ada pada diri kita..

Ya Allah Ya Rabb... ampunilah keterbatasan manusia kami yang seringkali ingkar pada janji-janji yang kami buat sendiri. Ampuni kami tak mudah percaya pada besarnya cinta yang Kau curahkan pada kami. Ampuni kami atas segala prasangka buruk kami terhadap-Mu. Dan jika segala yang Kau ciptakan telah Kau cipta (pun) berikut pasangannya, maka berikan kami kekuatan dan kesabaran dalam menemukannya. Jadikan dari tiap-tiap detik yang kami lalui menjadi proses belajar untuk menambah kadar keimanan kami pada-Mu, yang mendewasakan pola pikir kami, menambah kecintaan kami, dan memperkuat jiwa-jiwa kami yang rapuh.
Tuhanku yang Maha pengasih, yang tak pernah pilih kasih...
Ya Rahmaan yang Maha penyayang, cinta-Mu tak terbilang..
Beri kami kemampuan untuk membaca bahasa hikmah dari balik tiap peristiwa yang terjadi disekitar kami.
Beri kami kecerdasan hati untuk membedakan yang hitam dan yang putih. Yang kotor dan yang bersih. Yang bermanfaat dan yang mudharat. Yang adil dan yang bathil.
Jika yang baik menurut kami adalah buruk menurut-Mu, maka gantilah keberadaanya dengan yang terbaik yang telah Kau persiapkan untuk kami.
Jika yang kami pertahankan hanya akan membawa kesia-siaan dalam hidup kami, maka jauhkanlah, dan gantikan dengan segala yang sedikit namun jauh lebih bermanfaat bagi kami.
Engkau yang Maha Pemurah, bekah-Mu senantiasa tercurah,
dan maka kabulkanlah segala permohonan tulus kami..
Aamiin..Ya Rabbal’alamiin.

Wednesday, May 8, 2013

Happy Birthday ^^


23, bagiku tak lebih dari sekedar angka penanda bahwa perjalanan yang ku tempuh telah sejauh ini. Telah banyak yang ku lalui. Menangis, tertawa, murung, ceria, ataupun datar-datar saja silih berganti menjadi warna pada setiap hari yang ku lewati. Adalah Tuhan Yang Maha membolak-balikkan hati, yang berkuasa untuk menorah warna-warna tersebut dalam perjalanan hidupku.
Namun saat ini memperhitungkan berapa kali aku terjatuh bukanlah hal yang terpenting, sebaliknya, yang harus ku perhatikan adalah berapa banyak kali aku bangkit setelahnya. Aku sadar, dalam perjalananku, terlalu banyak keluh kesah yang ku lontarkan pada Tuhan. Aku merasa tak pantas, namun entah kenapa, aku sellau merasa menjadi hamba-Nya yang istimewa karena segala ujian yang ditimpakan-Nya padaku.
Terimakasih Tuhan, angka 23 ini telah mengingatkanku, menjadi alarm yang membangunkanku dari mimpi-mimpiku selama ini. Tak perlu ku tuliskan perubahan seperti apa yang ku harapkan, namun aku hanya berharap Tuhan mau membantuku dengan menjawab do’a-do’a yang ku panjatkan. Aminn..
Terimakasih Ayah, Ibu, kakak..dan semua teman-teman yang selalu ada untuk menjagaku..kalian adalah jalan kekuatan yang diciptakan Tuhan untukku.

Selamat Ulang Tahun, Inaz.