Skip to main content

Posts

Open Your Eyes

Kadang, kita hanya sengaja menutup mata dari segala.. memilih untuk tak perduli, atau bahkan mengingkari kenyataan yang hadir di depan kita. Padahal Tuhan selalu begitu dekat, ada bersama kita.. Salah satu lagu dari Maher Zein yang sangat aku sukai, semoga selalu dapat menjadi pengingat dikala lupa, dan menjadi alarm yang membangunkan dari keangkuhanku selama ini.. ampuni kami, Ya Tuhan.. "Open Your Eyes" Look around yourselves Can’t you see this wonder Spreaded infront of you The clouds floating by The skies are clear and blue Planets in the orbits The moon and the sun Such perfect harmony Let’s start question in ourselves Isn’t this proof enough for us Or are we so blind To push it all aside.. No.. We just have to Open our eyes, our hearts, and minds If we just look bright to see the signs We can’t keep hiding from the truth Let it take us by surprise Take us in the best way (Allah..) Guide us every single day.. (Allah..) Keep us close t...

Tuhan, Asma-Mu mengudara di langit Gaza

Ada sesak yang seketika menyeruak dalam rongga dada saat ku lihat mujahid dan mujahidah tergeletak bersimbah darah, namun bibir menyungging senyum. Mereka tak benar-benar mati, mereka hanya tertidur dalam lelap yang abadi. Dari percik darahnya menguar wangi, dari serpih tubuhnya semerbak kesturi… wangi syurga, yang aku manusia biasa tak akan pernah sanggup   membayangkannya. Air mataku deras mengalir saat ku lihat anak-anak Gaza bermuka pias, raut mereka keras. Entah telah berapa banyak kesedihan yang mereka saksikan, atau… entah bagaimana ketakutan yang mereka rasakan tatkala mendengar teriakan kesakitan yang tak lain berasal dari ayah yang tubuhnya terbongkar oleh berondongan peluru, atau dari Ibu yang kehormatannya melayang bersama abayanya yang compang, atau.. dari saudara saudarinya yang ditembak tepat didepan mata mereka. Sungguh, aku tak dapat membayangkan bagaimana rasanya.. Aku kerap bertanya-tanya, jika aku terlahir ditanah konflik seperti Palestine, Suriah, ...

Bulan paling dendam

Gadis kecil itu baru saja menggenapkan usianya di angka sepuluh saat tubuhnya dikuasai kemarahan yang dalam sekejap menyeluruh, dalam satu tarikan nafas dengan udara yang sama dan aliran darah yang sama, kemarahan itu ada. Teriakan-teriakan nyalang itu masih terdengar terang, terngiang bahkan saat Ia mengiba pada Tuhan agar ditulikannya Ia sesaat saja demi mengunci suara-suara yang begitu Ia benci. Bulan November baginya, adalah bulan beraroma dendam yang entah sampai kapan akan mengerami diri untuk kemudian lahir menjadi benih kebencian tiap saat dijumpainya sekelompok orang-orang yang telah sempat mengukir luka di bulan Novembernya yang ceria. Mereka, merebut apa yang Ayahnya perjuangkan dan lalu menjatuhkannya, dan kemudian mengusirnya dari tanah kelahirannya sendiri.. tak ubahnya anjing yang sekujur tubuhnya penuh nanah berbau busuk, ayahnya ditendang..dilempari batu-batu sekepalan tangan. Dibakarnya rumah, dibabatnya segala tanaman yang tumbuh dihalaman rumahnya, dan kemu...
Sekarang aku paham kenapa bapak dan ibu jarang bilang IYA terhadap semua permintaan kanak-kanakku dulu. Mereka cuma ingin membuatku mengerti bahwa tidak semua keinginan HARUS aku dapatkan. Ada kalanya aku harus ikhlas dan puas dengan apa yang aku miliki saat ini, tanpa harus memaksakan diri untuk bermimpi mendapatkan kelebihan yang diluar batas kemampuanku untuk mendapatkannya. Itu cara mereka mengajarkanku tentang kesederhanaan____I LOVE YOU MOM, DAD____

Saat Tuhan Bicara Lewat Sebuah Kehilangan

Kali ini ku mengerti hidup sebagai sesuatu yang berbeda. Bukan lagi sekedar penjabaran betapa perihnya luka demi luka, atau sesuatu yang hanya sekedar menguras air mata. Tidak. Hidup tak sejahat itu untuk tak selalu berpihak pada kita: manusia yang seolah diciptakan untuk mau tak mau terlibat di dalamnya. Kehidupan adalah suatu yang niscaya, sebuah amanah yang dititipkan untuk membentuk kita menjadi seorang yang bertanggung jawab, ataukah lalai pada akhirnya. Ia adalah sebuah madrasah tempat kita belajar dan belajar dari segala hal, dari segala yang hidup ini berikan pada kita untuk kemudian kita menjadi pandai melihatNya dengan akal, juga dengan hati yang tak lagi dangkal. Jika dihatimu masih ada nama Tuhan, masihkah telunjukmu akan menuding kehidupan dengan gurat muka penuh kemarahan? Pernah ku rasakan betapa hidup tak adil padaku. Saat ayah sedang meregang nyawa diujung usianya yang ke tujuh puluh Sembilan, aku yang berduka layaknya sebuah buku yang kehilangan h...

Alfie & Sepeda Barunya

Sore ini aku lagi duduk sambil ngeliatin Alfie, keponakanku yang baru saja naik ke kelas dua Sekolah Dasar, lagi main sepeda sendirian. Sepedanya terlalu gede untuk ukuran tubuhnya yang mungil. Tapi biar kegedean gitu, Alfie tetep ngotot pengen main sepeda. Pas pertama kali nyoba, sepedanya cuma dituntun muter-muter halaman rumah, beberapa kali putaran. Setelah ngerasa cukup berani, pelan-pelan Alfie coba ngayuh sepedanya. Ibarat balita yang baru belajar jalan, selangkah demi selangkah..itupun dengan tertatih dan rawan jatuh sewaktu-waktu. Alfie juga gitu, udah nggak kehitung berapa kali dia nyungsep dari sepedanya. Habis jatuh, bangun sendiri, jatuh lagi, bangun lagi. Dengan lutut terluka dan berdarah-darah, paling nangisnya bentar.. trus nyoba lagi. Aku jadi mikir, ini Alfie yang keras kepala atau memang semua anak kecil punya karakter yang sama kayak alfie? Ketakutannya dan ketidak-mampuannya itu seakan kalah oleh keinginan yang di dorong kuat oleh rasa penasarannya p...