Sekarang aku paham kenapa bapak dan ibu jarang bilang IYA terhadap semua permintaan kanak-kanakku dulu. Mereka cuma ingin membuatku mengerti bahwa tidak semua keinginan HARUS aku dapatkan. Ada kalanya aku harus ikhlas dan puas dengan apa yang aku miliki saat ini, tanpa harus memaksakan diri untuk bermimpi mendapatkan kelebihan yang diluar batas kemampuanku untuk mendapatkannya. Itu cara mereka mengajarkanku tentang kesederhanaan____I LOVE YOU MOM, DAD____
Seorang sahabat bertanya padaku, ”kamu mau lulus kapan sih Naz?” dengan nada bercanda dan disambut tawa lepas oleh sahabat-sahabat lainnya yang kebetulan berada ditempat yang sama denganku saat itu. Sejenak aku biarkan mereka saling melempar canda yang tak jauh-jauh dari topik soal kapan kelulusanku sebenarnya. Aku tau, aku sangat mengerti, pertanyaan itu dilontarkan dengan niat bercanda. Tak lebih. Namun sungguh, aku sungguh berpikir keras untuk menjawab pertanyaan sederhana itu. Sekalimat tanya yang benar-benar melontarkanku pada beberapa masa dibelakangku. Tapi tatapan mereka yang menunggu setengah memaksa mulutku untuk menjawab pertanyaan mereka dengan bercanda juga, ”Mei. Meibi yess meibi no”, dan mereka pun tertawa lagi. Begitulah waktu mengalirkan pembicaraan kami kemana-mana. Syukurlah topik kelulusanku segera berganti dengan topik lainya. Dan sementara mereka asik bertukar opini, aku diam. Sesekali kulempar senyum agar tak seorang pun dari mereka yang menyadari betapa ...
Comments
Post a Comment