Skip to main content

Do'a Lainnya..

Tuhan, sekali waktu aku pernah terjebak dihati manusia-MU.
Aku meminta perlindungan kepada hati yang sama lemahnya seperti hatiku. Dan ketika dengan beraninya kami saling menitipkan hati dan menyebutnya sebagai cinta, bukanlah perlindungan yang kami dapat. Hati kami malah semakin mudah risau. Cinta yang pada mulanya lemah lembut berubah menjadi egois dan banyak menuntut. Apa yang kami sebut sebagai cinta  t'lah membuat kami saling membunuh hati kami, satu sama lain. Perlindungan yang kami percayakan seolah hilang maknanya. Cinta menjadi berubah arti. Cinta mematikan hati.

Apa yang salah dari cinta kami Ya Tuhan?

Apakah KAU cemburu padanya? Maafkan aku Tuhan.. ku habiskan waktuku untuk memikirkan dia, hanya dia. Aku lupa bahwa cinta ini hanya media.. untuk membuat kami bersama-sama hanya mencintaimu melebihi kecintaan kami satu sama lain. Aku lupa bahwa pada akhirnya KAU akan mempersatukan kami untuk berdua dalam mahligai yang jauh lebih indah, dijalan-MU. Jika itu mau-MU, aku tak berkeberatan untuk saat ini berpisah sejenak dengannya. Jika itu bisa meredam kemarahan-MU pada kami, jika itu memang untuk mempersatukan kami lagi, nanti.

Engkau yang Maha Pengasih & Maha Penyayang, aku mohon sembuhkan luka kami, cintai kami lagi..Berikan padaku kekuatan untuk berdiri sendiri Ya Tuhan.. berikan kami kekuatan untuk bisa menguatkan hati kami sendiri, agar kami lebih siap untuk berjalan bersama dengan masing-masing hati yang kuat dijalan-MU, tanpa harus saling bergantung satu sama lain... Amin :)

Comments

Popular posts from this blog

kejutan

Malam itu saya nyaris tidak bisa tidur memikirkan sebuah benda kecil yang saya beli beberapa jam sebelumnya. Pikiran saya nyaris tidak teralihkan dari benda kecil itu.. memikirkan kemungkinan apa yang akan terjadi, kejutan apa yang sedang menanti saya, dan perubahan apa yang akan dia bawa nantinya. Berjam-jam sibuk memikirkan itu hingga tanpa sadar saya pun jatuh tertidur, dengan mimpi tentang benda kecil tersebut. Subuh mengetuk jendela, dan seketika saya membuka mata. Inilah saatnya! Kata saya dalam hati. Ini saat yang saya tunggu-tunggu sejak kemarin. Saya pun beranjak dari kamar dan meraih benda kecil yang kemarin saya beli kemudian masuk ke kamarmandi tanpa pertimbangan apapun lagi. Dan benar saja, benda kecil itu memunculkan dunia garis merah yang sangat saya nantikan. Dan astaga, kalau saja saya tidak sedang berada di kamarmandi, mungkin saya sudah berteriak sejadi-jadinya!  Dengan senyum mengembang lebar saya tunjukkan benda kecil itu pada suami, dan Ia terseny...

Palangka Menguning

Foto diambil dari depan Polres Palangka Terhitung sejak pertengahan Agustus lalu sampai hari ini asap masih mengepung disegala penjuru hingga ke sudut-sudut kota Palangka Raya. Nggak cuma diluar, kadang asap juga masuk sampai kedalam rumah sampai-sampai untuk bernapas saja rasanya sakit. Menyalakan kipas angin sepanjang waktu juga tidak banyak menolong. Dan hari ini asap berwarna kuning kemerahan disini. Bisa dibayangkan bagaimana sesaknya kami? Dada dan mata terasa perih, tenggorokan sakit, dan kepala jadi gampang pusing. Kami rindu langit biru, kami juga rindu bernapas lega. Kalau saja paru-paru ini bisa bicara, tentu ia sudah menjerit setiap saat. Tapi kami tetap bertahan, karena kami percaya Tuhan akan segera menyudahi bencana ini. Hari ini saya menulis catatan ini agar saya selalu ingat untuk bersyukur. Ketika Tuhan mengkaruniai saya dengan udara bersih dan lingkungan yang aman serta nyaman, terkadang saya luput untuk sekadar mengucap kata terimakasih pada-Ny...

Untuk seorang teman yang sedang bersedih ;)

Akan ada saat dimana kamu merasa begitu rapuh, bahkan terlalu rapuh untuk sekedar membohongi diri bahwa kamu sedang baik-baik saja. Air mata itu tak dapat lagi kamu tahan dengan seulas senyum yang dipaksakan, hingga pada akhirnya wajahmu akan membentuk ekspresi bodoh dengan mata yang berulang-kali mengerjap demi menahan bulir-bulir air yang hendak membanjir dipipi, lalu mengalir kedasar hati. Itulah saatnya kamu untuk berhenti berlagak kuat. Akui saja kalau kamu sedang kalah, kalah pada penguasaan diri yang biasanya selalu kau lakukan dengan baik. Kadang, terus-menerus menipu diri dengan berkata bahwa kamu baik-baik saja -padahal kamu remuk-redam didalam- malah akan semakin membuatmu terluka. Lepaskan… tak perlu lagi kau tahan, Suarakan, untuk apa kau bungkam? Tunjukkan! Tak perlu lagi dipendam… Jujur pada diri sendiri adalah wujud penghargaan paling tinggi pada diri sendiri. Kamu tau? Walaupun seluruh dunia memalingkan wajahnya darimu, ketika kamu   jujur ...