Kau lelaki linglung. Limbung dengan satu hantam
keragu-raguan yang merajam hati dan isi kepalamu. Sebegitu tinggikah benteng
ketakutanmu itu sehingga kau harus merasa pasrah jauh sebelum kau coba satu
kali saja tuk menerjangnya? Ataukah kau merasa lebih nyaman untuk berlindung
dibalik ketiak nyalimu yang penakut itu? Akh, lelaki… hidupmu tak jauh dari
kubangan bimbang dan kegamangan. Kau yang ciptakan, seharusnya kau tak turut
tenggelam! Kelak jika yang
tersisa hanyalah ruang demi ruang, adakah pintu ‘kan terbuka ketika kau
mengetuk? Lalu apakah puas ego lelakimu dengan hanya mengikhlaskan apa yang tak
pernah kau perjuangkan berada ditangan siapa saja selain KAU, lelaki-ku!!!
Malam itu saya nyaris tidak bisa tidur memikirkan sebuah benda kecil yang saya beli beberapa jam sebelumnya. Pikiran saya nyaris tidak teralihkan dari benda kecil itu.. memikirkan kemungkinan apa yang akan terjadi, kejutan apa yang sedang menanti saya, dan perubahan apa yang akan dia bawa nantinya. Berjam-jam sibuk memikirkan itu hingga tanpa sadar saya pun jatuh tertidur, dengan mimpi tentang benda kecil tersebut. Subuh mengetuk jendela, dan seketika saya membuka mata. Inilah saatnya! Kata saya dalam hati. Ini saat yang saya tunggu-tunggu sejak kemarin. Saya pun beranjak dari kamar dan meraih benda kecil yang kemarin saya beli kemudian masuk ke kamarmandi tanpa pertimbangan apapun lagi. Dan benar saja, benda kecil itu memunculkan dunia garis merah yang sangat saya nantikan. Dan astaga, kalau saja saya tidak sedang berada di kamarmandi, mungkin saya sudah berteriak sejadi-jadinya! Dengan senyum mengembang lebar saya tunjukkan benda kecil itu pada suami, dan Ia terseny...
Comments
Post a Comment