Gara-gara
angin sibuk lalu-lalang sedari tadi, kotaku jadi masuk angin. Pohon-pohon
berantakan rambutnya, beringin sampai terbuka terus roknya. Ayam-ayam bengong
putus asa mengejar serangga yang lebih cepat terbangnya. Padi-padi yang
menguning sampai pegal-pegal dihempas angin, sebentar kekanan sebentar kekiri. Tapi
burung-burung kecil tak perduli, padi yang lemah dipatukinya sampai gundul
setengah. Ayam pun tak mau kalah, segera ia dekati padi paling pinggir yang
dapat diraihnya, namu petani keburu datang mengusirnya dengan marah. Ayam bengong
lagi, putus asa lagi. Angin menari lagi. Padi pegal lagi. Dan aku sibuk
mengoles minyak kayu putih pada punggung kota-tuaku yang gampang masuk angin.
Malam itu saya nyaris tidak bisa tidur memikirkan sebuah benda kecil yang saya beli beberapa jam sebelumnya. Pikiran saya nyaris tidak teralihkan dari benda kecil itu.. memikirkan kemungkinan apa yang akan terjadi, kejutan apa yang sedang menanti saya, dan perubahan apa yang akan dia bawa nantinya. Berjam-jam sibuk memikirkan itu hingga tanpa sadar saya pun jatuh tertidur, dengan mimpi tentang benda kecil tersebut. Subuh mengetuk jendela, dan seketika saya membuka mata. Inilah saatnya! Kata saya dalam hati. Ini saat yang saya tunggu-tunggu sejak kemarin. Saya pun beranjak dari kamar dan meraih benda kecil yang kemarin saya beli kemudian masuk ke kamarmandi tanpa pertimbangan apapun lagi. Dan benar saja, benda kecil itu memunculkan dunia garis merah yang sangat saya nantikan. Dan astaga, kalau saja saya tidak sedang berada di kamarmandi, mungkin saya sudah berteriak sejadi-jadinya! Dengan senyum mengembang lebar saya tunjukkan benda kecil itu pada suami, dan Ia terseny...
Comments
Post a Comment