Malam memudar,
yang terdengar hanya jarum jam yang berlari mengejar waktu. Kemarin suaranya
masih terdengar biasa, namun entah, kini sedikit berbeda. Detik yang
berhamburan seperti menyeret-nyeret aku untuk segera beranjak dari diamku. Beranjak
dari diam yang sepi, sepi yang sendiri. Diam yang tak dimengerti waktu, diam
yang diciptakan oleh waktu. Waktu-waktu sepiku.
Malam itu saya nyaris tidak bisa tidur memikirkan sebuah benda kecil yang saya beli beberapa jam sebelumnya. Pikiran saya nyaris tidak teralihkan dari benda kecil itu.. memikirkan kemungkinan apa yang akan terjadi, kejutan apa yang sedang menanti saya, dan perubahan apa yang akan dia bawa nantinya. Berjam-jam sibuk memikirkan itu hingga tanpa sadar saya pun jatuh tertidur, dengan mimpi tentang benda kecil tersebut. Subuh mengetuk jendela, dan seketika saya membuka mata. Inilah saatnya! Kata saya dalam hati. Ini saat yang saya tunggu-tunggu sejak kemarin. Saya pun beranjak dari kamar dan meraih benda kecil yang kemarin saya beli kemudian masuk ke kamarmandi tanpa pertimbangan apapun lagi. Dan benar saja, benda kecil itu memunculkan dunia garis merah yang sangat saya nantikan. Dan astaga, kalau saja saya tidak sedang berada di kamarmandi, mungkin saya sudah berteriak sejadi-jadinya! Dengan senyum mengembang lebar saya tunjukkan benda kecil itu pada suami, dan Ia terseny...
Comments
Post a Comment