Aku tersenyum, dan Ia memilih untuk terjun bebas kedalam mataku Menyelam semakin dalam lalu berdiam didasar hati Ia karang yang tumbuh ditempurung kepalaku, Karat pada besi yang sulit menjadi bersih kembali Ia merasuk dan seolah tak berusaha untuk mencari jalan kembali Bohong jika ku katakan aku tak senang. Bagaimana tidak? Aku bisa membawanya kemanapun bersama ingatanku Meletakkannya dalam saku, dekat dengan hatiku Lalu setiap saat aku rindu, tinggal ku kenang senyumnya itu Lalu waktu seperti membeku, namun tidak dengan air mataku Ia meleleh diantara segala yang diam tak bergerak Memberiku rasa hangat diantara dingin yang menusuk hingga ke tulang-tulang Bohong jika ku katakan kalau aku sedang berbohong Senyum itu adalah akar rindu yang selama ini mengakar kokoh didasar hatiku, Yang kubawa kemanapun aku pergi Saat aku di jalan, aku tak merasa sendirian Saat hujan menghunjam, aku tak kedinginan Saat aku duduk di perpustakaan yang le...
~Dari Kata Turun Ke Hati~