Skip to main content

Posts

Bye May, Welcome June ^^

Dunia adalah tempat bertemunya dua hal yang saling bersebrangan. Seperti hitam yang dipasangkan dengan putih, bahagia dengan sedih, yang baik dengan yang buruk, dan segala yang pergi telah dipersiapkan dengan kedatangan kembali. Begitupun dengan segala rupa masalah yang diciptakan berikut dengan penyelesaiannya. Adalah kita, manusia-manusia ciptaan-Nya yang memiliki kewajiban untuk menemukan pasangan dari tiap-tiap apa yang diberikan kepada kita. Katakanlah kehilangan sesuatu yang sangat kita cintai adalah sakit yang paling menggigit seluruh sisa daya yang kita miliki. Dan pada saat itu, kerdilnya hati kita mulai mempertanyakan letak keadilan Tuhan.   Kalau saja kita mau sedikit berlelah untu menengok apa yang telah Tuhan berikan pada kita... Akal, yang seharusnya menjadi senjata untuk melawan segala pemikiran-pemikiran sempit yang bergaung dalam dada. Iman, yang seharusnya menjadi tameng untuk bertahan dari kuatnya keinginan untuk berputus-asa. Dan yang paling pent...

Happy Birthday ^^

23, bagiku tak lebih dari sekedar angka penanda bahwa perjalanan yang ku tempuh telah sejauh ini. Telah banyak yang ku lalui. Menangis, tertawa, murung, ceria, ataupun datar-datar saja silih berganti menjadi warna pada setiap hari yang ku lewati. Adalah Tuhan Yang Maha membolak-balikkan hati, yang berkuasa untuk menorah warna-warna tersebut dalam perjalanan hidupku. Namun saat ini memperhitungkan berapa kali aku terjatuh bukanlah hal yang terpenting, sebaliknya, yang harus ku perhatikan adalah berapa banyak kali aku bangkit setelahnya. Aku sadar, dalam perjalananku, terlalu banyak keluh kesah yang ku lontarkan pada Tuhan. Aku merasa tak pantas, namun entah kenapa, aku sellau merasa menjadi hamba-Nya yang istimewa karena segala ujian yang ditimpakan-Nya padaku. Terimakasih Tuhan, angka 23 ini telah mengingatkanku, menjadi alarm yang membangunkanku dari mimpi-mimpiku selama ini. Tak perlu ku tuliskan perubahan seperti apa yang ku harapkan, namun aku hanya berharap Tuhan mau membant...

Ampuni Aku, Tuhan..

Ampuni aku yang tak dapat menguasai hati. Ampuni aku dari cinta yang Kau beri namun tak dapat ku jaga dengan hati-hati. Ampuni aku dari rindu yang kian hari kian menggebu ingin bertemu dengannya yang tak lagi mengharapkanku. Ampuni aku atas semua waktu yang terbuang sia-sia karena memikirkannya. Lindungi aku dari perasaan ini jika ia tak baik untukku, untuk agamaku.. Lindungi aku dari kesia-siaan rasa yang tak pantas ku pelihara lebih lama... Tunjukkan padaku yang baik, dan jauhkan aku dari keburukannya. Kuatkan hati ini Ya Allah Ya Rabb... kuatkan aku untuk beranjak dari keburukan masa laluku. Kuatkan aku untuk memeluk masa depanku. Kuatkan kaki ku untuk selalu berjalan dijalan-Mu, dan jangan palingkan aku setelah Kau beri petunjuk. Ya Ghaffar.... ampuni aku..ampuni aku..ampuni hamba-Mu ini.. Tenangkanlah hati ini, dan lindungilah ia dari rasa yang tak mampu dipikulnya sendiri.. Aminn..Ya Allah.. amiiiinnnnnnn Ya Rabbal’alamin..

kematian

---Innalillahi wainnailaihiroji’un--- Jika yang paling dekat dengan makhluk adalah kematian, maka hidup ini tak lebih dari sekedar jeda untuk bersiap dengan kedatangannya yang tiba-tiba. Entah berapa tahun jatah kita hidup bergelut dengan kefanaan dunia ini. Mungkinkah dalam hitungan tahun kita harus kembali pulang pada-Nya? Ataukah ini merupakan hari-hari terakhir kita bergelimang dengan kebahagiaan maya yang dunia tawarkan? Bisa jadi dalam beberapa jam kedepan, atau bahkan bermenit setelah kita baca tulisan ini, malaikat maut telah bersiap dengan tugasnya menjemput kita. Entah dimana, dengan cara apa. Semua telah tercatat dalam pesan rahasia yang diperintahkan padanya. Kita manusia, bagian dari makhluk ciptaan-Nya yang hanya bisa berpasrah, dan mempersiapkan diri sebaik-baiknya hingga waktu kita benar-benar tiba, pada saatnya. Sudahkah kita meminta maaf hari ini? Pada orang yang tak sengaja kita lukai halus perasaannya. Pada banyaknya air mata yang luruh karna sikap kit...

Dear, Mira..

Untuk sahabatku Mira, kamu harus kuat... kamu harus bisa nglewatin ini semua. Smoga Allah memberi sebaik-baik tempat untuk suami kamu disana.. dan dosa-dosanya diampuni. aku nggak punya cukup keberanian untuk sekedar membayangkan gimana perasaan kamu sekarang. Yang bisa aku lakuin cuma peluk kamu dari jauh lewat do'aku, semua yang terbaik untu kamu.. Mira yang sabar ya sayang... maafin aku nggak bisa ada disamping kamu disaat kayak gini. Walopun kehadiranku nggak akan berarti apa-apa, tapi setidaknya aku bisa ada di deket kamu itu aja udah cukup. kayak yang dulu sering kamu lakuin pas aku lagi terpuruk, kamu selalu ada buat aku... Ya Allah.. aku mohon kuatkan dia, lapangkan hatinya, dan bantu dia biar bisa ikhlas dalam menjalani ujian-Mu. Amin..... :(

Kita & Malam

Aku ingin mengajakmu duduk di hampar rerumputan, di penghujung malam Saat bintang biru yang gemetaran hanya dapat menyimpan cemburunya diam-diam Kita pun diam, Membiarkan udara leluasa lalu-lalang disekat tubuh kita yang tak saling berdekatan Dingin malam ini tak seharusnya membuat pipiku merona Namun diammu itu, lebih riuh dari jutaan rangkai kata Memesona getar jiwaku yang ku takut akan terdengar olehmu Kusembunyikan teriak girangku dibalik diam, Dan bintang yang cemburu menjatuhkan diri dikejauhan Kita dan malam, duduk dibawah naungan ibu bulan Dingin yang seharusnya membekukan Terasa layaknya buaian penuh kehangatan Kita dan malam, tak saling berdekatan Tak saling bersentuhan, Tak saling memperdengarkan, melainkan hanya duduk diantara dua diam Hanya kita dan malam, kita dan diam, kita dan bintang Kita dan keinginan, kita dan cinta yang didiamkan, Kita dan kata yang tak terkatakan Kita yang merupakan aku dan kamu yang takkan pernah men...

Spasi Kehidupan

Tuhan pernah sengaja mempertemukan kita dalam ketidaksengajaan, untuk pada akhirnya menjadikan kita sebagai objek pembenaran kalimat ‘bahwa cinta tak harus memiliki’. Begitulah, takdir bicara dengan kalimatnya sendiri. Segala yang tak mampu ku lawan, menjadi kesakitan tersendiri yang perlahan membunuhku diam-diam. Bagaimana bisa kutahan angin bertiup? Seperti halnya tak mungkin ku tunggu api tiba-tiba menyala dari setungku abu yang t’lah lama dibekukan udara. Seperti itulah ketidak-mungkinan dayaku melawan takdir yang terpahat atasku. Seperti itulah ketidak-berdayaanku menahanmu pergi dariku: karena Tuhan t’lah berkehendak demikian adanya. Mungkin, ketidaksengajaan pertemuan kita sebelumnya merupakan awal pembelajaran yang memintaku agar menjadi lebih pintar dalam menjawab segala persoalan hidup ini. Bukankah hidup itu sendiri adalah misteri? Yang kadang memposisikan kita diatas, dibawah, didepan, dibelakang, dimanapun semau dan sesukanya? Seperti kita yang berkebetulan bertemu p...